Sunday, December 9, 2012

"Jangan munafik, nak!" #nasihatmomy

971886738

Antara ucapan dan perbuatan harus sama. Jangan jadi orang munafik, "line di mulut line di hati" ^^ #nasihatmomy

Ibu.. Jika saja tahu, Ibu pasti kecewa mengetahui anaknya sekarang bisa meng-ghibah orang lain, kecewa karena anaknya tidak memaafkan sesama.

I'm far away from her. Kalo ada Ibu yang sms anaknya untuk ngingetin istighfar, sholat lail/dhuha, memaafkan orang lain; beliaulah orangnya.

Beliau tidak pernah memaksa, kamu harus begini atau harus jadi itu. Katanya, "Jadi apapun asal sesuai dalam koridor agama & diridhai Allah".

Jika ada sebutan malaikat bagi manusia, maka tak ragu kusebut Ibu lah manusia berhati malaikat. Beliau tak pernah marah, benci, dendam, dsb.

Memang diperlukan revolusi nan perlahan namun pasti dari diri ini, sa'atan wa sa'atan. Kalo ndak, bisa gila sendiri hidup dalam kebencian :/

Semoga.. Gak cuma lip service & basa-basi karena memang aku tak handal dalam hal itu. Waktu terus berjalan & tak mungkin kembali. Yuk mulai!

#ntms

Posted via email from i love my life

Friday, November 2, 2012

Miracle: The Connection beetwen Kaaba, Mecca, and Golden Ratio 1.168! :')

Siang tadi saya sempat curcol di twitter. Salah satu kerjaan saya sekarang emang lagi terhambat karena desainer yang saya mintai tolong masih sibuk. Ya emang saya nggak berhak nyalahin dia, secara emang kerjaan dia banyak dan dianya lagi ada ujian. Makanya jadi stress sendiri karena udah ngelewatin due date yang ditetapkan.

Dan saya pun berandai-andai, andai aja masih ingat cara nge-desain di Photoshop; biar saya bisa nge-desain sendiri gitu, nggak tergantung sama orang lain. Dulu banget emang sempat belajar, tapi trus sayanya lupa. Susah deh jadi orang pelupa, apalagi short memory loss kayak saya. Apaaa aja lupa, padahal gak ada niat untuk lupa. Curhat lagi yah, tiap kali saya lupa tuh saya merasa bersalah banget. Bagi orang lain mungkin hal ini biasa, tapi bagi saya sifat pelupa ini mengganggu banget. Kalo bisa milih, ya saya mintanya nggak jadi orang pelupa ._.

 

Oke, balik lagi ke soal kerjaan lagi. Show must go on dong, saya udah niat mau belajar lagi nge-desain di Photoshop (mumpung senior lagi gak di lab, hehehe). Berbekal copy-an software dan crack dari pak lurah Bangun, yaudah saya install itu program. Sambil nunggu, saya ingat kalo dulu pernah terima newsletter dari Quora yang mana salah satu bahasannya adalah tentang teknis cara yang baik untuk membuat logo perusahaan. Disebutkan bahwa semua logo dari perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia ini tanpa kecuali menggunakan Golden Ratio design/technology. Apa itu? Lanjutannya baca disini ya :)

Saat saya share postingan di Quora tersebut ke twitter dan facebook, ternyata ada tanggapan dari mas Hilmy, isi komennya berupa link ke video ini di youtube :)

Gimana? Merinding tidak setelah menonton videonya? Badan saya bergetar, jantung saya bergegup lebih kencang, mata saya meneteskan air mata kekaguman, dan lisan saya lirih mengucap Allahu Akbar. Terus terang baru kali ini saya tahu mengenai hal tersebut. Masya Allah, di dalam Al-Qur'an dan segala ciptaan-Nya terdapat tanda bagi orang yang beriman.

Berikut beberapa capture dari video tersebut:

The golden mean point of the earth according to common location language of mankind is in the city of Mecca! The city of Mecca is located on the golden mean of Arabia, while Kaaba is located in the golden mean of the city.

 

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya :')

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. [QS Ali-`Imraan:96]

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. [QS Ali-`Imraan:97]

Temukan Al-Qur'an online dengan terjemahnya disini :) #bukantwitberbayar


Saya tidak sedang seolah-olah berkata seperti ini: Ini lho keajaiban yang membuktikan kebenaran Islam. Karena kalo saya bilang gitu, kemungkinan besar akan ada yang memberi komentar begini: "Ketika ada suatu penemuan ilmiah, tiba-tiba umat Islam meng-klaim bahwa Al-Qur'an sudah memprediksi hal tersebut". Saya tidak suka berdebat dan tidak hendak berdebat dengan siapapun yang membaca tulisan ini. Silakan mengintepretasikan sendiri isi tulisan ini :)

Wallahua'lam

Posted via email from i love my life

Friday, October 26, 2012

Hanya Satu Setan yang Tidak Mempan Kena Ayat Kursi

Al_baqarah_255

Beberapa hari yang lalu di suatu pagi kosan kami udah heboh karena salah satu roommate kami merasa sedikit ketakutan setelah nonton serial tentang vampir. Saya katakan pada dia, "Baca ayat Kursi aja, kalo dia hantu beneran pasti kabur, kecuali dia hantu bohongan." :D *sambil nyengir*

Itu pendapat saya pribadi mengenai hantu, berkaitan dengan "kejadian" yang saya alami 11 tahun yang lalu saat masih duduk di kelas 1 SMA. Ceritanya, saya ikut pelatihan untuk rekrutmen anggota baru ekstra kurikuler Paskib (pasukan pengibar bendera). Seperti pelatihan serupa pada umumnya, selalu ada acara "jerit malam" sebagai salah satu syarat yang harus dilewati. Pada saat itu, setiap calon anggota harus berjalan sendirian menuju semua pos yang sudah ditentukan letaknya di beberapa kelas di sekolah kami. Tentu saja, tak ada satupun lampu yang dinyalakan. Sekolah saya yang memang lumayan luas, dimana-mana yang terlihat hanya pekat saja. Dan tibalah giliran saya untuk berjalan menuju pos-pos itu, melewati lorong di depan kelas-kelas yang gelap.

Sayapun *awalnya* berjalan santai sambil terus melafalkan ayat Kursi (QS Al-Baqarah : 255), sambil menyugesti diri bahwa setan tidak akan menampakkan wujudnya di hadapan saya karena ayat yang saya baca. Seperti biasa saya berjalan menunduk *dasar emang pemalu*, tiba-tiba langkah kaki saya terhenti namun mulut saya tetap melafalkan ayat Kursi. Apa yang membuat saya terhenti? Di depan kaki saya, sontak muncul sosok pocong dalam posisi horizontal di depan sebuah pintu kelas yang terbuka. Hati saya bertanya, "Ini setan kok ndak ngilang waktu meskipun saya baca ayak Kursi?"; sepersekian detik kemudian saya mengeluarkan suara lengkingan "Aaaaaaaaaa~" yang terdengar hingga seluruh pelosok sekolah *karena kemudian dibahas oleh semua orang esok paginya :D*. Saya mundur selangkah ke belakang saking shock-nya, tiba-tiba si pocong berdiri dan membuka "kedok"nya sambil bilang, "Eh maaf dek, maaf dek, kaget ya?!" sambil pasang wajah bersalah. Ternyata dia salah satu senior yang menyamar sebagai pocong. Aigoo saya nggak menyangka akan ketemu setan gadungan begini, pantesan kok ndak mempan pake ayat Kursi :D

Beberapa senior kemudian mendatangi TKP, dan bahkan ada yang membawakan air putih untuk saya minum. Merekapun meminta saya melanjutkan "perjalanan" ke pos-pos selanjutnya. Fiuuuh tiba-tiba tenang hati saya, saya tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa akan ada "kejutan hantu-hantuan" semacam ini. Maka di perjalanan selanjutnya ketika ada "setan-setan gadungan" lainnya muncul, saya santai saja, toh mereka manusia juga kan :p

Itu tadi cerita kehebohan sekaligus kebodohan saya. Dear roommate, ndak perlu takut hantu yah ;)

Posted via email from i love my life

Hanya Satu Setan yang Tidak Mempan Kena Ayat Kursi

Al_baqarah_255

Beberapa hari yang lalu di suatu pagi kosan kami udah heboh karena salah satu roommate kami merasa sedikit ketakutan setelah nonton serial tentang vampir. Saya katakan pada dia, "Baca ayat Kursi aja, kalo dia hantu beneran pasti kabur, kecuali dia hantu bohongan." :D *sambil nyengir*

Itu pendapat saya pribadi mengenai hantu, berkaitan dengan "kejadian" yang saya alami 11 tahun yang lalu saat masih duduk di kelas 1 SMA. Ceritanya, saya ikut pelatihan untuk rekrutmen anggota baru ekstra kurikuler Paskib (pasukan pengibar bendera). Seperti pelatihan serupa pada umumnya, selalu ada acara "jerit malam" sebagai salah satu syarat yang harus dilewati. Pada saat itu, setiap calon anggota harus berjalan sendirian menuju semua pos yang sudah ditentukan letaknya di beberapa kelas di sekolah kami. Tentu saja, tak ada satupun lampu yang dinyalakan. Sekolah saya yang memang lumayan luas, dimana-mana yang terlihat hanya pekat saja. Dan tibalah giliran saya untuk berjalan menuju pos-pos itu, melewati lorong di depan kelas-kelas yang gelap.

Sayapun *awalnya* berjalan santai sambil terus melafalkan ayat Kursi (QS Al-Baqarah : 255), sambil menyugesti diri bahwa setan tidak akan menampakkan wujudnya di hadapan saya karena ayat yang saya baca. Seperti biasa saya berjalan menunduk *dasar emang pemalu*, tiba-tiba langkah kaki saya terhenti namun mulut saya tetap melafalkan ayat Kursi. Apa yang membuat saya terhenti? Di depan kaki saya, sontak muncul sosok pocong dalam posisi horizontal di depan sebuah pintu kelas yang terbuka. Hati saya bertanya, "Ini setan kok ndak ngilang waktu meskipun saya baca ayak Kursi?"; sepersekian detik kemudian saya mengeluarkan suara lengkingan "Aaaaaaaaaa~" yang terdengar hingga seluruh pelosok sekolah *karena kemudian dibahas oleh semua orang esok paginya :D*. Saya mundur selangkah ke belakang saking shock-nya, tiba-tiba si pocong berdiri dan membuka "kedok"nya sambil bilang, "Eh maaf dek, maaf dek, kaget ya?!" sambil pasang wajah bersalah. Ternyata dia salah satu senior yang menyamar sebagai pocong. Aigoo saya nggak menyangka akan ketemu setan gadungan begini, pantesan kok ndak mempan pake ayat Kursi :D

Beberapa senior kemudian mendatangi TKP, dan bahkan ada yang membawakan air putih untuk saya minum. Merekapun meminta saya melanjutkan "perjalanan" ke pos-pos selanjutnya. Fiuuuh tiba-tiba tenang hati saya, saya tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa akan ada "kejutan hantu-hantuan" semacam ini. Maka di perjalanan selanjutnya ketika ada "setan-setan gadungan" lainnya muncul, saya santai saja, toh mereka manusia juga kan :p

Itu tadi cerita kehebohan sekaligus kebodohan saya. Dear roommate, ndak perlu takut hantu yah ;)

Posted via email from i love my life

Hanya Satu Setan yang Tidak Mempan Kena Ayat Kursi

Al_baqarah_255

Beberapa hari yang lalu di suatu pagi kosan kami udah heboh karena salah satu roommate kami merasa sedikit ketakutan setelah nonton serial tentang vampir. Saya katakan pada dia, "Baca ayat Kursi aja, kalo dia hantu beneran pasti kabur, kecuali dia hantu bohongan." :D *sambil nyengir*

Itu pendapat saya pribadi mengenai hantu, berkaitan dengan "kejadian" yang saya alami 11 tahun yang lalu saat masih duduk di kelas 1 SMA. Ceritanya, saya ikut pelatihan untuk rekrutmen anggota baru ekstra kurikuler Paskib (pasukan pengibar bendera). Seperti pelatihan serupa pada umumnya, selalu ada acara "jerit malam" sebagai salah satu syarat yang harus dilewati. Pada saat itu, setiap calon anggota harus berjalan sendirian menuju semua pos yang sudah ditentukan letaknya di beberapa kelas di sekolah kami. Tentu saja, tak ada satupun lampu yang dinyalakan. Sekolah saya yang memang lumayan luas, dimana-mana yang terlihat hanya pekat saja. Dan tibalah giliran saya untuk berjalan menuju pos-pos itu, melewati lorong di depan kelas-kelas yang gelap.

Sayapun *awalnya* berjalan santai sambil terus melafalkan ayat Kursi (QS Al-Baqarah : 255), sambil menyugesti diri bahwa setan tidak akan menampakkan wujudnya di hadapan saya karena ayat yang saya baca. Seperti biasa saya berjalan menunduk *dasar emang pemalu*, tiba-tiba langkah kaki saya terhenti namun mulut saya tetap melafalkan ayat Kursi. Apa yang membuat saya terhenti? Di depan kaki saya, sontak muncul sosok pocong dalam posisi horizontal di depan sebuah pintu kelas yang terbuka. Hati saya bertanya, "Ini setan kok ndak ngilang waktu meskipun saya baca ayak Kursi?"; sepersekian detik kemudian saya mengeluarkan suara lengkingan "Aaaaaaaaaa~" yang terdengar hingga seluruh pelosok sekolah *karena kemudian dibahas oleh semua orang esok paginya :D*. Saya mundur selangkah ke belakang saking shock-nya, tiba-tiba si pocong berdiri dan membuka "kedok"nya sambil bilang, "Eh maaf dek, maaf dek, kaget ya?!" sambil pasang wajah bersalah. Ternyata dia salah satu senior yang menyamar sebagai pocong. Aigoo saya nggak menyangka akan ketemu setan gadungan begini, pantesan kok ndak mempan pake ayat Kursi :D

Beberapa senior kemudian mendatangi TKP, dan bahkan ada yang membawakan air putih untuk saya minum. Merekapun meminta saya melanjutkan "perjalanan" ke pos-pos selanjutnya. Fiuuuh tiba-tiba tenang hati saya, saya tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa akan ada "kejutan hantu-hantuan" semacam ini. Maka di perjalanan selanjutnya ketika ada "setan-setan gadungan" lainnya muncul, saya santai saja, toh mereka manusia juga kan :p

Itu tadi cerita kehebohan sekaligus kebodohan saya. Dear roommate, ndak perlu takut hantu yah ;)

Posted via email from i love my life

Thursday, October 25, 2012

Hanya Satu Setan yang Tidak Mempan Kena Ayat Kursi

Al_baqarah_255

Beberapa hari yang lalu di suatu pagi kosan kami udah heboh karena salah satu roommate kami merasa sedikit ketakutan setelah nonton serial tentang vampir. Saya katakan pada dia, "Baca ayat Kursi aja, kalo dia hantu beneran pasti kabur, kecuali dia hantu bohongan." :D *sambil nyengir*

Itu pendapat saya pribadi mengenai hantu, berkaitan dengan "kejadian" yang saya alami 11 tahun yang lalu saat masih duduk di kelas 1 SMA. Ceritanya, saya ikut pelatihan untuk rekrutmen anggota baru ekstra kurikuler Paskib (pasukan pengibar bendera). Seperti pelatihan serupa pada umumnya, selalu ada acara "jerit malam" sebagai salah satu syarat yang harus dilewati. Pada saat itu, setiap calon anggota harus berjalan sendirian menuju semua pos yang sudah ditentukan letaknya di beberapa kelas di sekolah kami. Tentu saja, tak ada satupun lampu yang dinyalakan. Sekolah saya yang memang lumayan luas, dimana-mana yang terlihat hanya pekat saja. Dan tibalah giliran saya untuk berjalan menuju pos-pos itu, melewati lorong di depan kelas-kelas yang gelap.

Sayapun *awalnya* berjalan santai sambil terus melafalkan ayat Kursi (QS Al-Baqarah : 255), sambil menyugesti diri bahwa setan tidak akan menampakkan wujudnya di hadapan saya karena ayat yang saya baca. Seperti biasa saya berjalan menunduk *dasar emang pemalu*, tiba-tiba langkah kaki saya terhenti namun mulut saya tetap melafalkan ayat Kursi. Apa yang membuat saya terhenti? Di depan kaki saya, sontak muncul sosok pocong dalam posisi horizontal di depan sebuah pintu kelas yang terbuka. Hati saya bertanya, "Ini setan kok ndak ngilang waktu meskipun saya baca ayak Kursi?"; sepersekian detik kemudian saya mengeluarkan suara lengkingan "Aaaaaaaaaa~" yang terdengar hingga seluruh pelosok sekolah *karena kemudian dibahas oleh semua orang esok paginya :D*. Saya mundur selangkah ke belakang saking shock-nya, tiba-tiba si pocong berdiri dan membuka "kedok"nya sambil bilang, "Eh maaf dek, maaf dek, kaget ya?!" sambil pasang wajah bersalah. Ternyata dia salah satu senior yang menyamar sebagai pocong. Aigoo saya nggak menyangka akan ketemu setan gadungan begini, pantesan kok ndak mempan pake ayat Kursi :D

Beberapa senior kemudian mendatangi TKP, dan bahkan ada yang membawakan air putih untuk saya minum. Merekapun meminta saya melanjutkan "perjalanan" ke pos-pos selanjutnya. Fiuuuh tiba-tiba tenang hati saya, saya tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa akan ada "kejutan hantu-hantuan" semacam ini. Maka di perjalanan selanjutnya ketika ada "setan-setan gadungan" lainnya muncul, saya santai saja, toh mereka manusia juga kan :p

Itu tadi cerita kehebohan sekaligus kebodohan saya. Dear roommate, ndak perlu takut hantu yah ;)

Posted via email from i love my life

Hanya Satu Setan yang Tidak Mempan Kena Ayat Kursi

Al_baqarah_255

Beberapa hari yang lalu di suatu pagi kosan kami udah heboh karena salah satu roommate kami merasa sedikit ketakutan setelah nonton serial tentang vampir. Saya katakan pada dia, "Baca ayat Kursi aja, kalo dia hantu beneran pasti kabur, kecuali dia hantu bohongan." :D *sambil nyengir*

Itu pendapat saya pribadi mengenai hantu, berkaitan dengan "kejadian" yang saya alami 11 tahun yang lalu saat masih duduk di kelas 1 SMA. Ceritanya, saya ikut pelatihan untuk rekrutmen anggota baru ekstra kurikuler Paskib (pasukan pengibar bendera). Seperti pelatihan serupa pada umumnya, selalu ada acara "jerit malam" sebagai salah satu syarat yang harus dilewati. Pada saat itu, setiap calon anggota harus berjalan sendirian menuju semua pos yang sudah ditentukan letaknya di beberapa kelas di sekolah kami. Tentu saja, tak ada satupun lampu yang dinyalakan. Sekolah saya yang memang lumayan luas, dimana-mana yang terlihat hanya pekat saja. Dan tibalah giliran saya untuk berjalan menuju pos-pos itu, melewati lorong di depan kelas-kelas yang gelap.

Sayapun *awalnya* berjalan santai sambil terus melafalkan ayat Kursi (QS Al-Baqarah : 255), sambil menyugesti diri bahwa setan tidak akan menampakkan wujudnya di hadapan saya karena ayat yang saya baca. Seperti biasa saya berjalan menunduk *dasar emang pemalu*, tiba-tiba langkah kaki saya terhenti namun mulut saya tetap melafalkan ayat Kursi. Apa yang membuat saya terhenti? Di depan kaki saya, sontak muncul sosok pocong dalam posisi horizontal di depan sebuah pintu kelas yang terbuka. Hati saya bertanya, "Ini setan kok ndak ngilang waktu meskipun saya baca ayak Kursi?"; sepersekian detik kemudian saya mengeluarkan suara lengkingan "Aaaaaaaaaa~" yang terdengar hingga seluruh pelosok sekolah *karena kemudian dibahas oleh semua orang esok paginya :D*. Saya mundur selangkah ke belakang saking shock-nya, tiba-tiba si pocong berdiri dan membuka "kedok"nya sambil bilang, "Eh maaf dek, maaf dek, kaget ya?!" sambil pasang wajah bersalah. Ternyata dia salah satu senior yang menyamar sebagai pocong. Aigoo saya nggak menyangka akan ketemu setan gadungan begini, pantesan kok ndak mempan pake ayat Kursi :D

Beberapa senior kemudian mendatangi TKP, dan bahkan ada yang membawakan air putih untuk saya minum. Merekapun meminta saya melanjutkan "perjalanan" ke pos-pos selanjutnya. Fiuuuh tiba-tiba tenang hati saya, saya tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa akan ada "kejutan hantu-hantuan" semacam ini. Maka di perjalanan selanjutnya ketika ada "setan-setan gadungan" lainnya muncul, saya santai saja, toh mereka manusia juga kan :p

Itu tadi cerita kehebohan sekaligus kebodohan saya. Dear roommate, ndak perlu takut hantu yah ;)

Posted via email from i love my life