Beberapa hari yang lalu di suatu pagi kosan kami udah heboh karena salah satu roommate kami merasa sedikit ketakutan setelah nonton serial tentang vampir. Saya katakan pada dia, "Baca ayat Kursi aja, kalo dia hantu beneran pasti kabur, kecuali dia hantu bohongan." :D *sambil nyengir* Itu pendapat saya pribadi mengenai hantu, berkaitan dengan "kejadian" yang saya alami 11 tahun yang lalu saat masih duduk di kelas 1 SMA. Ceritanya, saya ikut pelatihan untuk rekrutmen anggota baru ekstra kurikuler Paskib (pasukan pengibar bendera). Seperti pelatihan serupa pada umumnya, selalu ada acara "jerit malam" sebagai salah satu syarat yang harus dilewati. Pada saat itu, setiap calon anggota harus berjalan sendirian menuju semua pos yang sudah ditentukan letaknya di beberapa kelas di sekolah kami. Tentu saja, tak ada satupun lampu yang dinyalakan. Sekolah saya yang memang lumayan luas, dimana-mana yang terlihat hanya pekat saja. Dan tibalah giliran saya untuk berjalan menuju pos-pos itu, melewati lorong di depan kelas-kelas yang gelap. Sayapun *awalnya* berjalan santai sambil terus melafalkan ayat Kursi (QS Al-Baqarah : 255), sambil menyugesti diri bahwa setan tidak akan menampakkan wujudnya di hadapan saya karena ayat yang saya baca. Seperti biasa saya berjalan menunduk *dasar emang pemalu*, tiba-tiba langkah kaki saya terhenti namun mulut saya tetap melafalkan ayat Kursi. Apa yang membuat saya terhenti? Di depan kaki saya, sontak muncul sosok pocong dalam posisi horizontal di depan sebuah pintu kelas yang terbuka. Hati saya bertanya, "Ini setan kok ndak ngilang waktu meskipun saya baca ayak Kursi?"; sepersekian detik kemudian saya mengeluarkan suara lengkingan "Aaaaaaaaaa~" yang terdengar hingga seluruh pelosok sekolah *karena kemudian dibahas oleh semua orang esok paginya :D*. Saya mundur selangkah ke belakang saking shock-nya, tiba-tiba si pocong berdiri dan membuka "kedok"nya sambil bilang, "Eh maaf dek, maaf dek, kaget ya?!" sambil pasang wajah bersalah. Ternyata dia salah satu senior yang menyamar sebagai pocong. Aigoo saya nggak menyangka akan ketemu setan gadungan begini, pantesan kok ndak mempan pake ayat Kursi :D Beberapa senior kemudian mendatangi TKP, dan bahkan ada yang membawakan air putih untuk saya minum. Merekapun meminta saya melanjutkan "perjalanan" ke pos-pos selanjutnya. Fiuuuh tiba-tiba tenang hati saya, saya tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa akan ada "kejutan hantu-hantuan" semacam ini. Maka di perjalanan selanjutnya ketika ada "setan-setan gadungan" lainnya muncul, saya santai saja, toh mereka manusia juga kan :p Itu tadi cerita kehebohan sekaligus kebodohan saya. Dear roommate, ndak perlu takut hantu yah ;) |
alhamdulillah.. thank you Allah.. hidupku tak sempurna namun indah.. untuk itu aku berusaha dan belajar menjadi lebih baik.. semoga di kehidupan "nanti" aku bisa merasakan kesempurnaan itu ^^
Thursday, October 25, 2012
Hanya Satu Setan yang Tidak Mempan Kena Ayat Kursi
Hanya Satu Setan yang Tidak Mempan Kena Ayat Kursi
Beberapa hari yang lalu di suatu pagi kosan kami udah heboh karena salah satu roommate kami merasa sedikit ketakutan setelah nonton serial tentang vampir. Saya katakan pada dia, "Baca ayat Kursi aja, kalo dia hantu beneran pasti kabur, kecuali dia hantu bohongan." :D *sambil nyengir* Itu pendapat saya pribadi mengenai hantu, berkaitan dengan "kejadian" yang saya alami 11 tahun yang lalu saat masih duduk di kelas 1 SMA. Ceritanya, saya ikut pelatihan untuk rekrutmen anggota baru ekstra kurikuler Paskib (pasukan pengibar bendera). Seperti pelatihan serupa pada umumnya, selalu ada acara "jerit malam" sebagai salah satu syarat yang harus dilewati. Pada saat itu, setiap calon anggota harus berjalan sendirian menuju semua pos yang sudah ditentukan letaknya di beberapa kelas di sekolah kami. Tentu saja, tak ada satupun lampu yang dinyalakan. Sekolah saya yang memang lumayan luas, dimana-mana yang terlihat hanya pekat saja. Dan tibalah giliran saya untuk berjalan menuju pos-pos itu, melewati lorong di depan kelas-kelas yang gelap. Sayapun *awalnya* berjalan santai sambil terus melafalkan ayat Kursi (QS Al-Baqarah : 255), sambil menyugesti diri bahwa setan tidak akan menampakkan wujudnya di hadapan saya karena ayat yang saya baca. Seperti biasa saya berjalan menunduk *dasar emang pemalu*, tiba-tiba langkah kaki saya terhenti namun mulut saya tetap melafalkan ayat Kursi. Apa yang membuat saya terhenti? Di depan kaki saya, sontak muncul sosok pocong dalam posisi horizontal di depan sebuah pintu kelas yang terbuka. Hati saya bertanya, "Ini setan kok ndak ngilang waktu meskipun saya baca ayak Kursi?"; sepersekian detik kemudian saya mengeluarkan suara lengkingan "Aaaaaaaaaa~" yang terdengar hingga seluruh pelosok sekolah *karena kemudian dibahas oleh semua orang esok paginya :D*. Saya mundur selangkah ke belakang saking shock-nya, tiba-tiba si pocong berdiri dan membuka "kedok"nya sambil bilang, "Eh maaf dek, maaf dek, kaget ya?!" sambil pasang wajah bersalah. Ternyata dia salah satu senior yang menyamar sebagai pocong. Aigoo saya nggak menyangka akan ketemu setan gadungan begini, pantesan kok ndak mempan pake ayat Kursi :D Beberapa senior kemudian mendatangi TKP, dan bahkan ada yang membawakan air putih untuk saya minum. Merekapun meminta saya melanjutkan "perjalanan" ke pos-pos selanjutnya. Fiuuuh tiba-tiba tenang hati saya, saya tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa akan ada "kejutan hantu-hantuan" semacam ini. Maka di perjalanan selanjutnya ketika ada "setan-setan gadungan" lainnya muncul, saya santai saja, toh mereka manusia juga kan :p Itu tadi cerita kehebohan sekaligus kebodohan saya. Dear roommate, ndak perlu takut hantu yah ;) |
Saturday, September 8, 2012
"Nelly, Melangkah dari Masa Lalu", kata Anne
Monday, September 3, 2012
SMS Sabar dari Ibu
Orang Korea Takut Apa?
Friday, August 24, 2012
Tentang Nabila (lagi) ;)
Monday, July 9, 2012
Kipas Summer ala Nelly :D
Sejak pertengahan Juni kemarin, musim panas mulai datang. Untuk dapat bertahan hidup agar tidak kepanasan, selain menggunakan air conditioning (AC) hampir semua orang disini membeli kipas angin meja (yang juga jamak digunakan di Indonesia). Saat itu saya berpikir, "Udah ada AC kok masih beli kipas angin ya?" akhirnya terjawab sudah. Ternyata kalau musim panas memang panaaas banget. Sebelumnya saya tidak pernah menyangka bahwa kalau musim panas bakalan sepanas ini, hehehe. Ditambah lagi (untuk kasus di gedung saya), ternyata di beberapa jam tertentu AC akan dimatikan secara sentral, sehingga bisa dibayangkan kami ini jadi manusia-manusia yang terjebak dalam gedung yang kamar-kamarnya tertutup dan panas, serius ini :D
Alhamdulillah Ludi memberi saya sebuah kipas manual yang gede buanget, bahkan diameternya hampir sama kayak layar monitor PC lab saya :D
Itu gambar tampak depannya, sedangkan gambar tampak belakang bisa dilihat di bawah ini ;)
Taraaa! Si mbak cantik akhirnya pake kerudung ;) *tetap cantik kan walaupun berkerudung :)*


